Bersiaplah, Hal Ini Akan Jadi Tren 2017

279 views
banner 300x280

Tingginya minat untuk terus melakukan inovasi membuat teknologi semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Munculnya beragam media sosial dan teknologi digital jadi bukti bahwa inovasi tidak akan pernah berhenti.

Media sosial memang telah hadir sejak belasan tahun lalu. Namun, seiring berkembangnya zaman, tak semua media sosial bisa bertahan dan tetap eksis hingga saat ini. Ada yang gulung tikar, namun ada yang justru menggapai kejayaannya dalam beberapa tahun belakangan.

Kemauan untuk mengikuti perubahan zaman adalah salah satu kunci yang membuat beberapa media sosial bisa bertahan hingga saat ini. Bahkan, beberapa di antaranya mulai mengikuti ide satu sama lain, demi bisa bertahan dan mendapatkan perhatian masyarakat.

Kalau kamu paham akan ide copy cat pada media sosial, tentu kamu jeli melihat beberapa persamaan pada media sosial yang berbeda. Misalnya Instagram yang menyerupai Facebook dan Instagram yang meniru beberapa fitur dari Snapchat.

Bagi para pelaku digital, hal ini bisa menjadi suatu masalah. Meski tidak adanya tindakan hukum yang dilayangkan oleh para inovator media sosial, masyarakat tetap sudah bisa menilai siapa yang merupakan peniru dan siapa yang ditiru. Bisa saja, mereka yang meniru, mungkin tidak akan bertahan lama, atau bahkan mungkin yang meniru akan dielu-elukan lebih lama?

Meski begitu, tren tetap ada. Masyarakat tetap menantikan tren tersebut, tanpa memikirkan lebih dalam perihal siapa yang bersalah dan tidak bersalah.

Masyarakat pengguna media sosial dan pecinta dunia digital kini membutuhkan perubahan, yang membuat mereka lebih nyaman lagi berada di dunia maya. Itulah mengapa, beberapa perubahan positif dianggap bisa memberikan rasa nyaman. Jika masyarakat sudah merasakan kenyamanan yang maksimal, maka mereka akan menyebut perubahan tersebut sebagai tren.


Sumber gambar: flickr.com – jasonahowie)

Tren tentu berganti dari masa ke masa. Namun, di setiap tahunnya, media sosial dan industri digital memiliki trennya masing-masing.

Seperti tahun ini, beberapa media sosial akan hadir sebagai pelengkap perkembangan digital. Bahkan, beberapa ahli memprediksikan kehadiran mereka bisa menjadi tren bagi para pengguna media sosial.

Apa saja tren yang dimaksud?

  1. Aplikasi pesan
    Para pengguna ponsel kini lebih menyenangi aplikasi chatting seperti Whatsapp, LINE, Facebook Messanger dan sebagainya untuk berkirim pesan. Masyarakat sudah meninggalkan kebiasaan berkirim pesan lewat SMS yang memotong pulsa.

Dengan aplikasi pesan, mereka hanya membutuhkan paket internet untuk mengunduh aplikasi. Jika sudah tersedia, maka proses pengiriman pesan dan aktivitas di dunia maya bisa kembali berjalan maksimal.

  1. Augmented Reality (AR)
    Fenomena AR mulai hadir sejak 2016 silam. Beberapa aplikasi seperti Snapchat atau Pokemon GO adalah salah satu bentuk implementaasi AR yang cukup terkenal sejak setahun lalu.Ke depannya, tren AR diprediksi akan semakin berkembang. Bahkan beberapa media sosial seperti Facebook diketahui telah mengakuisisi beberapa pihak untuk menjalankan tren ini.

    Teknologi AR membutuhkan paket internet yang kuat dan cepat. Menggunakan paket data internet dengan jaringan 4G dari Simpati adalah salah satu yang bisa diterapkan untuk mendapatkan jaringan berkualitas.

    Bagaimana cara mendapatkan paket ini? Coba lihat paket internet Simpati di Traveloka. Melalui aplikasi terbaru Traveloka, kamu bisa dengan mudah membeli paket data internet langsung dari genggamanmu.

  2. Konten yang otentik
    Konten yang dimaksud adalah konten-konten yang bisa disaksikan secara langsung, sehingga tidak ada pengeditan atau perubahan. Konten ini awalnya bisa ditemui pada Youtube, namun kini Youtube memberikan kesempatan kepada penggunanya untuk mengubah konten. Ini membuat konten Youtube tidak lagi otentik.
    (sumber : flickr.com)

    Guna mendapatkan konten yang tetap otentik, maka masyarakat beralih pada media sosial yang bisa menghasilkan tayangan secara live, seperti Instagram, Snapchat dan Facebook.

    Konten-konten seperti ini diprediksi tetap mendapatkan perhatian tersendiri bagi masyarakat pengguna media sosial. Bahkan, fenomena konten tersebut bisa terus berlangsung menjadi tren di tahun ini.

  3. Kepekaan terhadap hoax
    Sistem penyebarluasan informasi melalui internet membuat berita bohong (hoax) semakin marak belakangan ini. Pengguna internet bisa dengan mudah menyampaikannya kembali tanpa adanya penyaringan yang akurat.

Beberapa pihak media sosial seperti Facebook dan Twitter sudah lebih peka terhadap hal ini. Itulah mengapa mereka memutuskan untuk memberantas berita palsu dan melarang penggunanya untuk menyebarkan hoax. Hal seperti ini diprediksi bisa menjadi tren hingga 2017.

Tags: #Paket Internet #Simpati di Traveloka

banner 300x280